Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, baik dari segi mineral, perikanan maupun pertanian. Namun, keadaan itu tidak terlihat dari hasil yang diperoleh atas kekayaan alam yang dimiliki. Terutama pada kebutuhan pangan . Di antara kebutuhan lainnya, pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Indonesia terkenal dengan mata pencaharian penduduknya sebagai petani atau bercocok tanam. Luas lahan pertanian di Indonesia juga cukup luas. Namun, dewasa ini Indonesia justru menghadapi krisis pangan.
Sumber : 2.bp.blogspot.com
Sejauh ini, komoditas utama masyarakat Indonesia, yaitu beras masih diimpor dari luar negeri. Peneliti Oxfam untuk Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah menyatakan Indonesia saat ini sudah rawan pangan akibat banyaknya komoditas penting yang diimpor. Komoditas tersebut yaitu beras, jagung, gula, daging, dan kedelai. Ketua Pokja Sawit, ADS Achmad Surambo mengungkapkan dalam waktu dekat negara Indonesia mendekati krisis pangan dibuktikan dari banyaknya lahan pangan yang dialih fungsikan menjadi lahan non pangan. Lahan pangan sebesar 2 juta hektar dialih fungsikan untuk perkebunan industri minyak kelapa sawit. (Sumber : Tribunnews.com)
Pemerintah saat ini telah berupaya mengatasi krisis pangan tersebut dengan menekan tingkat pengimporan komoditas utama tersebut. Cara yang telah dilakukan pemerintah yaitu pengembangan padi gogo yang mampu bertahan hidup di lahan yang berair seperti rawa-rawa. Selain itu, pemerintah juga mulai membudidayakan tanaman sorgum (sorghum sp.) terlihat di beberapa perkebunan Indonesia, telah membudidayakan tanaman sorgum.
Pemerintah saat ini telah berupaya mengatasi krisis pangan tersebut dengan menekan tingkat pengimporan komoditas utama tersebut. Cara yang telah dilakukan pemerintah yaitu pengembangan padi gogo yang mampu bertahan hidup di lahan yang berair seperti rawa-rawa. Selain itu, pemerintah juga mulai membudidayakan tanaman sorgum (sorghum sp.) terlihat di beberapa perkebunan Indonesia, telah membudidayakan tanaman sorgum.
Tanaman Sorgum
Sumber : google.com
Apa itu Sorgum ?
Sorgum merupakan tanaman biji-bijian yang banyak dibudidayakan di daerah beriklim panas dan kering. Sorgum ini berasal dari wilayah sekitar sungai Niger di Ethiopia, Afrika. Kandungan dalam sorgum ini tidak kalah dengan beras.
Sorgum merupakan tanaman biji-bijian yang banyak dibudidayakan di daerah beriklim panas dan kering. Sorgum ini berasal dari wilayah sekitar sungai Niger di Ethiopia, Afrika. Kandungan dalam sorgum ini tidak kalah dengan beras.
Sorgum dapat beradaptasi pada kisaran kondisi ekologi yang luas dan dapat berproduksi pada kondisi yang kurang sesuai bila dibandingkan dengan tanaman padi. Sorgum dapat bertoleransi pada keadaan yang panas dan kering, tetapi juga dapat tumbuh pada daerah yang bercurah hujan tinggi atau tempat-tempat yang bergenang. Jadi sesuai dengan kondisi maupun kualitas tanah di Indonesia yang mulai menurun. Sorgum telah lama dikenal oleh petani, khususnya di Jawa, NTB dan NTT. Di Jawa sorgum dikenal dengan nama Cantel, sering ditanam oleh petani sebagai tanaman sela atau tumpang sari dengan tanaman lainnya.
Harga sorgum relatif lebih murah karena hanya sepertiga dari harga padi. Biji sorgum yang telah disosoh kemudian digiling menjadi tepung dapat dijadikan sebagai campuran kue sehingga dapat mengurangi penggunaan tepung beras yang dibutuhkan untuk kue tersebut. Kue yang bisa dibuat dengan campuran tepung sorgum ini bermacam-macam misalnya bolu sorgum, nastar sorgum, roti tawar sorgum , butter cookies sorgum, pop-gum, jipang sorgum, mie sorgum, wajik sorgum, kerupuk sorgum dan sebaginya. Nah, rasanya juga tidak jauh beda dengan kue-kue biasanya yang terbuat tanpa campuran tepung sorgum. PTPN Jember juga telah memproduksi olahan sorgum ini, seperti nastar dan bolu yang dijual di kafe PTPN Jember. Dan saya juga telah merasakan nastar dengan campuran sorgum tersebut. Rasanya memang benar-benar sama dengan nastar biasa, hanya saja teksturnya yang sedikit kasar.
Harga sorgum relatif lebih murah karena hanya sepertiga dari harga padi. Biji sorgum yang telah disosoh kemudian digiling menjadi tepung dapat dijadikan sebagai campuran kue sehingga dapat mengurangi penggunaan tepung beras yang dibutuhkan untuk kue tersebut. Kue yang bisa dibuat dengan campuran tepung sorgum ini bermacam-macam misalnya bolu sorgum, nastar sorgum, roti tawar sorgum , butter cookies sorgum, pop-gum, jipang sorgum, mie sorgum, wajik sorgum, kerupuk sorgum dan sebaginya. Nah, rasanya juga tidak jauh beda dengan kue-kue biasanya yang terbuat tanpa campuran tepung sorgum. PTPN Jember juga telah memproduksi olahan sorgum ini, seperti nastar dan bolu yang dijual di kafe PTPN Jember. Dan saya juga telah merasakan nastar dengan campuran sorgum tersebut. Rasanya memang benar-benar sama dengan nastar biasa, hanya saja teksturnya yang sedikit kasar.


0 komentar:
Posting Komentar